Senin, 21 Oktober 2019

MENGELOLA SIMPANAN NASABAH

MENGELOLA SIMPANAN NASABAH


Sumber-Sumber Dana Bank

Pengertian Sumber Bank adalah suatu usaha yang dilakukan oleh bank untuk mencari atau menghimpun dana untuk digunakan sebagai biaya operasional dan pengelolaan Bank. Dana yang dihimpun dapat berasal dari dalam perusahaan dan juga dapat diperoleh dari masyarakat. Dana untuk membiayai operasinya dapat diperoleh dari berbagai sumber. Perolehan dana ini tergantung dari bank itu sendiri apakah secara pinjaman (titipan) dari masyarakat atau dari lembaga lainnya. Menurut Kasmir (2001:62-63) sumber-sumber dana tersebut adalah:

1. Dana yang bersumber dari Bank itu sendiri.

Merupakan sumber dana dari modal sendiri. Maksudnya adalah modal setoran dari para pemegang saham Artinya modal setoran dari pemegang saham. Selain itu ada juga dari cadangan-cadangan Bank (cadangan laba pada tahun lalu yang tidak dibagi kepada para pemegang saham) dan laba bank yang belum dibagi (laba yang memang belum dibagikan pada tahun yang bersangkutan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk sementara waktu.

2. Dana yang bersumber dari masyarakat luas.

Merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasional Bank dan merupakan ukuran keberhasilan Bank jika mampu membiayai operasionalnya dari sumber dana ini. Adapun sumber dana dari masyarakat luas ini dapat dilakukan dalam bentuk:

a.      Simpanan Giro.
Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat selama dana tersedia. Penarikan giro  dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu menggunakan cek dan bilyet giro (pemindahbukuan).

Contoh Perhitungan Simpanan Giro:
Transaksi yang terjadi pada rekening giro tersebut Tn. Roy selama bulan Juni 2018.
            Nama Nasabah           : Tn. Roy
            Nomor Rekening         : 12.345678.90

ü  Tgl. 3 Juni setor tunai                     Rp. 18.000.000,-
ü  Tgl. 8 Juni tarik tunai                      Rp.   6.000.000,-
ü  Tgl. 13 Juni setor tunai                   Rp.   7.000.000,-
ü  Tgl. 16 Juni setor kliring                 Rp.   1.000.000,-
ü  Tgl. 18 Juni tarik tunai                    Rp.   5.000.000,-
ü  Tgl. 19 Juni setor kliring                 Rp.   2.000.000,-
ü  Tgl. 24 Juni kliring masuk               Rp.   7.000.000,-
ü  Tgl. 27 Juni setor tunai                   Rp.   4.000.000,-
Pertanyaan: Hitunglah bunga bersih Tn. Roy jika bunga dihitung dari saldo terendah pada bulan yang bersangkutan dengan suku bunga 18% per tahun dan dikenakan pajak 15% berikut dengan laporan rekening koran!
Jawab:
Langkah awal kita membuat laporan rekening koran terlebih dahulu agar terlihat saldo terendah nya.


Laporan Rekening Koran
Tn. Roy
Per Juni 2018

(Dalam ribuan rupiah)                                                                                                            Bunga 18%
Tgl.
Transaksi
Debet
Kredit
Saldo
3
Setor tunai
-
18.000
18.000
8
Tarik tunai
6.000
-
12.000
13
Setor tunai
-
7.000
19.000
16
Setor kliring
-
1.000
20.000
18
Tarik tunai
5.000
-
15.000
19
Setor kliring
-
2.000
17.000
24
Kliring masuk
7.000
-
10.000
27
Setor tunai
-
4.000
14.000
Perhitungan bunga dengan saldo terendah
Saldo terendah pada bulan Juni adalah Rp. 10.000.000,- maka bunga pada bulan juni:
Bunga              = 18% x Rp. 10.000.000,- / 12 = Rp. 150.000,-
Pajak   15% x Rp. 150.000,-                             = Rp.   22.500,-
Bunga bersih                                                     = Rp. 127.500,-
Perhitungan bunga dengan saldo rata-rata
Saldo rata-rata bulan Juni =     Rp. 125.000.000,- / 8       = Rp. 15.625.000,-
Maka bunganya sebagai berikut:

      Bunga =  18% x Rp. 15.625.000,- / 12     = Rp. 234.375,-
      Pajak 15% x Rp. 234.375,-                                = Rp.   35.156,-
      Bunga bersih                                                      = Rp. 199.219,-
            Jadi perbedaan perhitungan dengan kedua metode diatas terdapat selisih, yaitu:
            Bunga saldo rata-rata Rp. 234.375,-
            Bunga saldo terendah Rp. 150.000,-
            Selisih                         Rp.   84.375,-
Maka pilihan nasabah yang paling menguntungkan adalah dengan saldo rata-rata.


b.      Simpanan Tabungan
Sama seperti hal nya dengan simpanan giro, penarikan tabungan bisa diambil kapanpun selama dana tersedia. Alat Penarikannya dapat menggunakan: buku tabungan, slip penarikan, kwitansi, dan ATM. Proses pengajuan pembukaan tabungan antara lain:
ü  Nasabah mengisi form pengajuan pembukaan rekening tabungan
ü  Siapkan dokumen seperti KTP, NPWP dan KK (tergantung Banknya) 
ü  Siapkan dana untuk setoran awal (setiap Bank memiliki ketentuan yang berbeda)
ü  Setelah proses verifikasi dan penanda tanganan, nasabah akan diminta melakukan setoran dana tersebut di teller
ü  Setelah dana berhasil disetor, nasabah akan mendapatkan ATM dan Buku tabungannya.
Kemudian dalam hal perhitungan bunga tabungan dapat pula dihitung dengan beberapa metode tergantung dari Bank yang bersangkutan.

Contoh Perhitungan Tabungan
Transaksi yang terjadi di rekening tabungan Tn. Ray selama bulan Juni 2018:
-          Tgl. 1 Juni setor tunai           Rp.   6.000.000,-
-          Tgl. 10 Juni setor tunai         Rp.   4.000.000,-
-          Tgl. 12 Juni tarik tunai          Rp.   3.000.000,-
-          Tgl. 16 Juni transfer masuk  Rp.   2.000.000,-
-          Tgl. 20 Juni tarik tunai          Rp.   5.000.000,-
-          Tgl. 30 Juni setor tunai         Rp.   1.000.000,-
Sedangkan pembebanan suku bunga 18% untuk saldo terendah dan untuk saldo harian suku bunga sebagai berikut:
Dari Tgl. 1 s/d 10 bunga         = 18% /th
Dari Tgl. 11 s/d 20 bunga       = 15% /th
Dari Tgl. 21 s/d 30 bunga       = 20% / th
Pertanyaan: Hitunglah bunga bersih dengan saldo terendah dan saldo harian jika dikenakan pajak 15%. Dan buatkan laporan rekening korannya!
Jawab:
Laporan Rekening Koran
Tn. Roy
Per Juni 2018

(Dalam ribuan rupiah)                                                                                                           
Tgl.
Transaksi
Debet
Kredit
Saldo
1
Setor tunai
-
6.000
6.000
10
Setor tunai
-
4.000
10.000
12
Tarik tunai
3.000
-
7.000
16
Transfer masuk
-
2.000
9.000
20
Tarik tunai
5.000
-
4.000
30
Setor Tunai
-
1.000
5.000

Perhitungan bunga dengan saldo terendah:
Saldo terendah bulan ini adalah Rp. 4.000.000,- Jadi perhitungan bunga :
Bunga =   18% x Rp. 4.000.000,- / 12    = Rp. 60.000,-
            Pajak 15% x Rp. 60.000,-                                = Rp.    9.000,-
            Bunga bersih                                                    = Rp.  51.000,-
                 Sedangkan untuk perhitungan saldo hariannya adalah:
   Tgl. 1 s/d 9 Juni     -> bunga = 18% x Rp. 6.000.000,- x 9 hari            =          Rp. 26.630,-
   Tgl. 10 Juni            -> bunga = 18% x Rp. 10.000.000,- x 1 hari          =          Rp.   4.932,-
   Tgl. 11 Juni            -> bunga = 15% x Rp. 10.000.000,- x 1 hari          =          Rp.   4.110,-
   Tgl. 12 s/d 15 Juni -> bunga = 15% x Rp. 7.000.000,-x 4 hari             =          Rp.  11.507,-
   Tgl. 16 s/d 19 Juni-> bunga = 15% x Rp. 9.000.000,-  x 4 hari            =          Rp. 14.795,-
   Tgl. 20 Juni            -> bunga = 15% x Rp. 4.000.000,-  x 1 hari          =          Rp.   1.644,-
   Tgl. 21 s/d 29 Juni-> bunga = 20% x Rp. 4.000.000,-   x 9 hari           =          Rp. 19.726,-
   Tgl. 30 Juni            -> bunga = 20% x Rp. 5.000.000,-  x 1 hari           =          Rp.   2.740,-
  
            Total Bunga Harian                                                                 =          Rp. 86.084,-
            Pajak 15% x Rp. 86.084                                                           =          Rp. 12.913,-
            Bunga Bersih                                                                           =          Rp. 73.171,-

c.      Simpanan Deposito
Merupakan simpanan dengan jangka waktu tertentu. Jadi berbeda dengan simpanan lainnya deposito ini tidak dapat ditarik kapanpun karena terdapat jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian awal antara nasabah dengan pihak Bank. Bunganya pun sesuai ketentuan atau kesepakatan diawal. Adapun jenis-jenis Deposito antara lain:
1)      Deposito Berjangka
Merupakan deposito yang diterbitkan menurut jangka waktu tertentu. Biasanya variasi mulai 1,2,3,6,12,18 sampai dengan 24 bulan. Bunga deposito dapat ditarik setiap bulan atau setelah jatuh tempo (jangka waktu) sesuai jangka waktunya baik ditarik tunai maupun non tunai (pemindahbukuan) dan dikenakan pajak dari jumlah bunga yang diterimanya. Penarikan deposito sebelum jatuh tempo akan dikenakan penalty rate (denda).

                        Contoh Perhitungan Deposito Berjangka:
Ny. Julia ingin menerbitkan deposito berjangka dengan nominal Rp. 10.000.000,- jangka waktu yang diinginkan adalah 9 bulan bunga dikenakan 18% per tahun dan diambil setelah jatuh tempo. Berapa jumlah bunga yang Ny. Julia terima setelah jatuh tempo dan dikenakan pajak 15%?
Jawab:
Bunga          =  (18% x Rp. 10.000.000,- /12 bulan) x 9=          Rp. 1.350.000,-
Pajak 15% x Rp. 1.350.000,-                                          =          Rp.    202.500,-
Bunga Bersih                                                                  =          Rp. 1.147.500,-

2)      Sertifikat Deposito
Merupakan sertifikat yang diterbitkan dengan jangka waktu 2,3,6,12 dan 24 bulan. Sertifikat deposito diterbitkan dalam bentuk sertifikat dan dapat diperjualbelikan atau dipindahtangankan ke pihak lain. Pencairannya dapat tunai dan non tunai. Penerbitan nilai sertifikat deposito sudah tercetak dalam berbagai nominal dan biasanya dalam jumlah bulat. Dengan demikian nsabah dapat membeli dalam lembaran banyak untuk jumlah nominal yang sama.

Contoh Perhitungan Sertifikat Deposito:
Ny. Pariani membeli 5 lembar sertifikat deposito nominal Rp. 2.000.000,- dengan bunga 7,5% per tahun dan pajak 15%. Jangka waktu sertifikat deposito adalah 3 bulan. Berapa jumlah bunga yang diterima Ny. Pariani jika bunga diambil saat jatuh tempo?

Jawab: Nominal Sertifikat Deposito 5 lembar x Rp. 2.000.000,- = Rp. 10.000.000,-
Bunga  = (7,5 % x Rp. 10.000.000,- / 12 bulan) x 3         = Rp. 1.875.000,-
Pajak 15% x Rp. 1.875.000,-                                            = Rp.    281.250,-
Bunga yang diterima saat jatuh tempo                                             = Rp. 1.593.750,-

3)      Deposito On Call
Merupakan deposito yang jangka waktunya minimal 7 hari dan paling lama kurang dari 1 bulan. Biasanya bunga deposito ini sesuai dengan negosiasi antara nasabah dengan Bank.

3.  Dana yang bersumber dari Bank itu sendiri.

Merupakan tambahan jika Bank mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana pertama dan kedua. Perolehan dana dari sumber ini dapat diperoleh antara lain dari:

-          Kredit Likuiditas dari Bank Indonesia (callmoney)
-          Pinjaman dari Bank Luar Negeri
-          Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar