Rabu, 13 Januari 2021

Seorang anak perempuan yang berada di keluarga Broken home

Sebagai dosen tentunya saya ingin menjadikan para mahasiswa dapat terus berkembang, terutama dimasa Pandemi, kita ketahui semua melakukan pembelajaran online, berbagai cara kami lakukan agar perkuliahan dapat berjalan lancar dan setidaknya mendapatkan kesan dalam mata kuliah yang saya ajar.

Akhirnya didapatlah ide untuk mahasiswa menulis opini atau artikel dengan tema bebas, walaupun diawal penerimaan artikel tidak sedikit yang copy paste artikel yang ada, alhasil saya buat ketentuan-ketentuan dalam mengirim artikel, dan ternyata berhasil satu persatu para mahasiswa mengirimkan opini atau artikel hasil karya mereka dan benar jika ada ungkapan ILMU KEPEPET hihihi.....

Salah satu opini yang menarik saya adalah salah satu mahasiswi saya, akhirnya saya memutuskan untuk menulis di blog pribadi saya karena kesan dan perasaan yang bisa saya rasakan di ceria dia.

Silahkan disimak ya, btw untuk tulisan ini terbit sudah dengan persetujuan ybs ya.

 

Assalamualaikum Wr.Wb

Perkenalkan nama saya shanty, umur saya 20 tahun lahir di Jakarta, 28 Desember 2000. Saya tinggal di pamulang Kota Tangerang Selatan. Kata teman-teman saya, saya itu anaknya apa adanya dan bisa dijadikan teman untuk bercerita, tetapi saya mempunyai sifat seperti anak kecil. Alhamdulillah saat lulus SMK saya mulai berpikir dan mengubah sifat saya dari kekanak-kanak an menjadi dewasa. Disini saya akan menceritakan seorang anak perempuan yang berada di keluarga broken home.

Saya dilahirkan dari keluarga yang sederhana. Saya anak pertama dari tiga bersaudara, kehidupan saya sangat bahagia bersama mamah, ayah dan kedua adik saya. Hari demi hari kami lewati bersama perasaan senang, sedih sudah kami rasakan. Sampai akhirnya masalah timbul dikeluarga kami. Dan saya pun harus merasakan patah hati terberat saya yaitu menjadi seorang anak broken home.

Yaps, Saya adalah salah satu anak perempuan dari keluarga broken home yang mempunyai harapan besar didalam diri saya untuk sukses dimasa depan nanti. Mungkin banyak orang bilang seorang anak yang berada dari keluarga tidak utuh akan menjadi anak yang nakal dan tidak mempunyai masa depan yang cerah. Tetapi menurut saya, tidak semua anak yang berada dari keluarga tidak utuh juga tidak mempunyai masa depan yang cerah. Sudah banyak diluar sana yang membuktikan bahwa anak yang berada dari keluarga tidak utuh mampu sukses dan meraih cita-citanya.

            Tahun demi tahun saya lewati dengan keadaan seperti ini, terkadang saya suka sedih dan berpikir kenapa harus saya yang berada pada posisi seperti ini. Tetapi saya masih bersyukur walaupun saya berada dalam keluarga yang tidak utuh, saya masih mendapatkan perhatian dari mamah dan ayah saya. Menjadi anak dengan keluarga yang tidak utuh mungkin membuat kehidupan saya tidak seindah dengan kehidupan seorang anak perempuan lainnya. Kehidupan saya penuh dengan kenangan yang buruk dan juga airmata tetapi masih ada sedikit kenangan yang indah yaitu dimana orangtua saya masih bersama, disini saya merasakan hangat nya pelukan dan kasih sayang yang tulus juga kebahagiaan yang tidak terhitung nilainya. Saya pun tidak pernah menyangka bahwa kebahagiaan itu akan berakhir seperti ini.

            Seiring berjalannya waktu saya menemukan teman sekaligus sahabat laki-laki yang baik. Yang berhasil membuat saya lupa akan masalalu dikeluarga saya. Dia selalu memberi saya semangat dan dia juga yang selalu bilang untuk mengikhlaskan semua masalah yang terjadi didalam kehidupan saya. Dan akhirnya saya menyadari serta lebih banyak bersyukur, mungkin ini memang sudah menjadi takdir saya untuk merasakan kondisi seperti ini dan menjadikan saya dewasa sebelum waktunya. Kenangan buruk  yang saya alami ini akan saya jadikan pelajaran yang berharga untuk dimasa depan saya nanti. Dan saya juga akan membuktikan kepada banyak orang meskipun saya berada dalam keluarga yang tidak utuh saya mampu menjadi orang yang sukses dan membanggakan kedua orang tua saya.

So, buat kalian yang berada di keluarga Broken Home, inget kalian gak pernah sendiri karena banyak orang-orang disekitar kalian yang pastinya sayang. Dan alasan ALLAH SWT, memberikan kamu cobaan ini karena ALLAH yakin kamu salah satu manusia yang kuat untuk bisa menghadapi cobaan ini. Karena ALLAH tidak akan memberikan cobaan kepada manusia yang tidak mampu menghadapinya.

Tetap Semangat, dan harus selalu bersyukur dengan yang kamu miliki saat ini ya.